Keluar Dari Zona Nyaman (Comfort Zone) – @Rhenald_Kasali

comfort zone

Every Beginning is Difficult…

(1) Sering dikatakan jangan masuk ke dlm Comfort Zone (zona yg nyaman, meninabobokan diri)…faktanya kita semua sulit keluar dr zona itu

(2) Zona nyaman adalah zona yg ideal, yg kita perjuangkan, agar kelak kita bs hidup enak, tenang, damai,…tetapi bisa menghanyutkan

(3) Tetapi ada jg zona nyaman yg kt jalani terus wl sebetulnya sdh tdk nyaman: spt rutin berangkat/pulang lewat jln yg sama setiap hari

(4) zona nyaman itu dicapai krn otak kita sdh malas berpikir, menjadi autopiloting

(5) dan kita terbelenggu di sana, di jalan yg sama, meski jalan yg kita lalui kini sdh macet, stuck in the middle…

6). Padahal kita semakin hari hanya bisa mengeluh dan mengeluh tak bs merubah hasil yg bs kita capai

(7) Yg bisa menghasilkan perubahan adlh mau kmbali berpikir, sadar dari lamunan, bergerak, pindah jalur, ambil resiko..masuk ke zona baru

(8) dan mengambil jln baru itu bnyk resikonya, bs sj di jalan yg blm anda kenali itu anda sdg apes, hari & jam itu trnyt sdg ada galian

9) Lalu anda kmbali mengeluh, dan balik lagi ke sona yg lama, yg sudah anda kenal, back to routine…

(10) Di Podomoro University, sy sdg melatih dosen2 keluar dari Comfort zone, krn inilah latihan yg penting yg akn diberikan utk mhsw kami

(11) Rata2 orang Indonesia tdk terlatih keluar dr zona nyaman…Indonesia, terlepas dr sgl komplain kita sesungguhnya sgt nyaman…

(12) Supaya pny kesadaran hidup, biasakanlah keluar dari kebiasaan yang melenakan, dari ketiak kluarga besar, dari jalan yg rutin, dari…

(13) dr cara2 yg mbuat kt nyaman, sesekali keluar dari hny melakukan hal2 yg cuma kita sukai saja…

(14) mencoba sesuatu yg baru itu tak ada salahnya, karena tak ada orang yg langsung bisa menikmati segala yang baru dicoba…

(15) Every beginning is difficult…perhaps you feel bad…tetapi kalau dicoba lagi, lama-lama asyik juga…ketemu juga caranya…

(16) “Kl kita tak pernah berani kesasar, maka kita tak akan pernah ketemu jalan baru…” Itu kata siapa?

(17) Masalahnya, sekarang ini kita hidup dalam dunia yang padat, overcrowded dan VUCA…what’s that?

(18) VUCA: Volatility (bergejolak. Brubah-ubah), Uncertainty (tdk pasti), Complexities (rumit, ribet, banyak yg terlibat) & Ambiguity

(19) di peradapan VUCA itu, orang2 yg terbelenggu dalam hidup yg rutin & nyaman, akan menjadi tidak nyaman krn “tiba2″ jalannya stuck

(20 Apa saja yg membuat kita di Indonesia ini menjd bangsa yg terperangkap dalam “Comfort zone mentality”? Ini jawabnya: …

(21) Pertama, alam Indonesia ini hangat, tak diperlukan kesulitan untuk diatasi. Hujannya tak berbahaya, panasnya tak terlalu terik..

(22) Kata KoesPlus, tongkat saja ditancapkan jadi tanaman…alam begitu kaya (wl akan habis dlm wkt dekat, kt smua prcy alam kt msh kaya)

23) Ketiga, budaya: anak smp dewasa hidup bersama keluarga, bahkan di bnyk daerah msh hidup tradisi keluarga besar…

(24) Keempat, Hny sedikit suku yang punya tradisi merantau, mengadu nasib di luar tanah kelahiran..yaitu Minang, Bugis, Banjar, dan Tasik

(25) Kelima, Indonesia relatif aman, tak bnyk gejolak yang “memaksa” kita untuk exile, melarikan diri ke luar negri, minta suaka …

(26) keenam, belakangan ini pertumbuhan ekonomi relatif bagus, banyak hal yg membuat kita tak merasa perlu pergi jauh utk kehidupan

(27) ketujuh, meski perizinan rumit, kl mau usaha di Indonesia, anda tak perlu pakai ijin apa-apa juga bisa….

(28) ke delapan, tradisinya, kita ini bangsa yg suka menolong dan mudah berempati. Kita hny ribut karena pemilu saja atau kepercayaan

(29) Pokoknya Indonesia itu banyak nyamannya. Coba bandingkan dengan di Amerika yg sudah tertata rapih: ijin usaha bnyk aturannya

(30) di Amerika, Rusia dan bbrp negr Eropa, tekanan imigran asing begitu kuat, cuaca sgt ekstreem, dingin sangat mmbeku, panas amat terik

(31) Sudah begitu ikatan keluarga di sana sangat lemah. Di Belanda, anak usia 18 tahun sdh hrs hidup terpisah dari induknya dan mandiri

(32) Di negara2 yg sudah tertib itu, pajaknya besar, tak ada orang yg bisa sembunyi dari pajak. Semua bayar pajak…

(33) negara sejahtera krn ditata, orang merantau cari makan di luar negri, bangun teknologi baru krn tanpa inovasi alam tak memberi apa2

(34) Tapi yg lebih penting, sejak kecil, anak2 di banyak negara dilatih belajar keluar dari Comfort zone….

(35) Have a good day…Smg anda siap mnjd bangsa baru yg tidak mudah mengeluh, jgn mudah disulut api kebencian, apalagi hny krn politik…

Cerita dibalik Kesuksesan Merk Brodo

Tau Brodo? Sepatu lokal yang lagi rame iklannya di internet. Bisnis sepatu Brodo sebulannya kini mencapai produksi 4500 per bulan. Sebuah bisnis yg berawal karena kebutuhan si ownernya. Banyak bisnis besar berawal dari cara ini.

Yukka owner Brodo, cari sepatu susah banget. Ukuran kakinya 46. Jadi niatnya bikin. Akhirnya patungan sama temennya. Terkumpul 7 juta. Trus bikin di cibaduyut. Hasilnya 30 pasang sepatu. Stok Brodo yg lebih itu dijual ke keluarga, temen, temennya temen. Mau lunas, nyicil, ngutang musti laku.

Mengedepankan great design dan great service. Desain, material, dan harga harus masuk akal. Melihat bagusnya apresiasi pasar, Yukka mulai menetapkan TARGET bisnis dan menyusun STRATEGI. Sarana digital dimanfaatkan benar oleh Yukka. E-mail, Google Ads, Google Display Network, Twitter, Instagram, Path, hingga Youtube.

Awalnya titip Distro. “Tapi akhir 2011, kita tarik semua. Saya fokuskan melalui digital,” ujar Yukka. Sejak 2012, Brodo dijual di social media. Transaksinya menggunakan BlackBerry Massanger. “Kita punya 12 BB untuk transaksi,”katanya.

“Pasar luar negeri belum worth it, tidak efisien. Kalau buat gaya-gayaan doang ya bisa saja,” ungkap Yukka

Agustus 2013, Brodo memiliki website e-commerce sendiri dengan alamat

Silakan diambil hikmahnya.. :)

 

 

Apa sih Marketplace Online?

Marketplace_Tips_Jualan_online

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan kepada saya baik di Twitter ataupun di BBM adalah perihal cara untuk menemukan pembeli online supaya omzet meningkat. Jika Anda juga terpikir pertanyaan yang sama, lanjutkan membaca ini sampai habis.

Sebuah produk tidak dibeli bukan karena tidak laku, tapi karena belum menemukan pasar yang membutuhkan atau menginginkannya. Jika selama ini Anda hanya membatasi jualan online di BBM atau mengandalkan social media saja, saatnya Anda temukan pasar dengan cara lain.

Salah satu caranya, manfaatkan fasilitas marketplace yang bertebaran di internet. Marketplace online adalah sebuah website yang berkumpul didalamnya ribuan penjual dengan berbagai macam produk yang ditawarkan. Jadi Anda hanya perlu mengunggah katalog produk Anda di sini. Untuk menjadi merchant penjual di marketplace umumnya tidak dikenakan biaya.

Selanjutnya pihak marketplace yang akan membantu mempromosikannya. Marketplace akan menampilkan produk-produk tersebut pada etalase dan katalog sesuai kategori yang spesifik sehingga memudahkan calon pembeli mencari produk yang diinginkan.

Pada beberapa marketplace tertentu, mereka menyediakan fitur-fitur tambahan untuk merchant penjual sehingga penjual dapat mempromosikannya lebih maksimal dibandingkan cara umum. Tentu saja hal ini dikenakan biaya. Masing-masing marketplace memiliki komposisi biaya dan kelebihan fitur masing-masing.

Banyak sekali marketplace di internet, lantas bagaimana memilih marketplace yang tepat? Ikuti beberapa petunjuk berikut :

1. Cari Marketplace yang Ramai

Untuk apa banyak penjual berkumpul tapi tidak ada pembelinya. Website marketplace yang bagus adalah yang mengupayakan supaya banyak pengunjung datang dan menghampiri penjual. Biasanya pihak marketplace akan memasang iklan di media, atau menuliskan berbagai artikel yang menarik minat pengunjung untuk berkunjung ke website marketplace.

2. Memiliki Sistem yang Memudahkan Transaksi

Nantinya pembeli dan penjual akan bertransaksi melalui marketplace tersebut. Maka pilihlah marketplace yang memiliki sistem dan mekanisme yang memudahkan transaksi. Termasuk metode penampilan katalog, pemesanan, pembayaran, dan masalah-masalah yang terkait dengan transaksi jual beli.

3. Memiliki Layanan Pelanggan yang Mudah Dihubungi

Marketplace sebagai jembatan penghubung antara penjual dan pembeli, sudah seharusnya untuk mudah dihubungi baik dengan tiket, telepon, ataupun email. Permasalahan yang sering muncul biasanya mengenai konfirmasi pemesanan dan status pencairan dana. Kemudahan layanan pelanggan akan membuat penjual dan pembeli betah di marketplace tersebut dan bukan tidak mungkin akan menjadi rekomendasi bagi calon pembeli lainnya.

Kini saatnya action. Anda bisa memulainya dengan marketplace karya anak negeri yang sudah lama eksis di tanah air seperti Tokopedia atau Bukalapak. Atau Anda punya pengalaman dan rekomendasi lain dengan berjualan di marketplace? Tinggalkan komentar Anda di bawah.